Februari 28th, 2010
“sudah KU bilang
taat dan maksiat takkan bisa bersatu
dalam satu hati…
kau harus pilih salah satunya…”
tapi…
“mauKU adalah mauKU
bukan maumu
KU mau kau turuti mauKU
kau harus mengisi hatimu dengan kebaikanKU”
Yaa Robb..
aku jalani mauMU
jalanMU begitu berat bagiKU
slalu saja KU tersesat
tak mampu menahan nafsu
“duhai lakukanlah sunnah
jangan buat AKU marah
sadarlah diri jagalah hati”
Yaa Robb..
bantulah aku
jika ku harus mencinta…
Posted in Puisi | 3 Comments »
Februari 21st, 2010
ketika…sebuah kata yang terucap ketika kita memulai sebuah cerita
ketika…kata yang penuh misteri
ketika…adalah penantian
dari ketika…kita bisa mengintrospeksi hati
bersama ketika…kita dapat mendekat pada Sang Kholiq
ketika…banyak tafsiran yang muncul darinya
maka ketika kupikir kembali…ku tak mampu meneruskan ketika…
ketika…bisa saja lampau…
ketika…bisa saja nanti…
ketika…detik ini pun bisa…
ketika…
ketika…
ketika…
walloohu a’lam…
Posted in Puisi | Komentar Dimatikan
Oktober 13th, 2009
(isyarat hari yang dijanjikan)
08:52
seperti kaum fir’aun
seperti kaum-kaum sebelumnya
inkar terhadap ayat-ayatNya
maka datanglah siksaan
15:04
demikianlah suatu kebinasaan
terjadi dengan ketentuan
ketentuan yang telah ditetapkan
ketetapan atas suatu kejadian
17:16
sebelum kebinasaan datang
perintah taat telah datang
namun meraja pembangkang
siksaan dan kebinasaan itu pun datang
17:58
demikianlah siksaan dan kebinasaan
datang kepada yang membangkang
itulah ketentuan
ketentuan yang memang harus datang
[syawal 1430 h, hari ke-23, di rumah, 22:24]
Posted in Puisi | 119 Comments »
Oktober 13th, 2009
(refleksi terorisme versi barat)
bagai sepotong roti
yang disodorkan kepada mereka yang lapar
begiru rentan, terkoyak dan hancur
kemudian mati…
duhai, kita adalah satu
haruskah tercerai berai karna fitnah?
semua keberagman yang ada diantara kita adalah untuk saling berbenah
duhai, Hiduplah Mulia atau Syahid untuk Yang Satu
[syawal 1430 h, hari ke-23, di rumah, 08:05]
Posted in Puisi | 102 Comments »
Oktober 11th, 2009
(refleksi terorisme versi barat)
satu demi satu berguguran
entah siapa lagi kan menjadi korban fitnah ini
sesama kita menjadi bermusuhan
dan mereka yang melihat berseri
duhai siapa yang benar dan siapa yang salah
duhai siapa memihak siapa
duhai kebenaran menjadi suatu yang salah
dan kita terjebak dalam hina
[syawal 1430 h. hari ke-21. di warnet]
Tags: Puisi
Posted in Puisi | 10 Comments »
September 26th, 2009
(hilang arah)
tertunduk mencari arah
dimana cahaya
terseok di aspal hitam berduri terselimut resah
tanpa akhir
ku hilang arah tanpa cahya
Tuhan
beri aku sinyal
setitik cahyaMu terangi hati
temukan diri
[ramadhan 1430 H. hari ke 23. dirumah]
Posted in Puisi | 70 Comments »
September 26th, 2009
(penghormatan terakhir untuk akhi fillah NMT)
malam itu terasa panas
hati serasa berdegup keras
terdengar kabar desas-desus
terjadi lagi kasus
engkau akhi fillah
malam itu bersama tiga sohabah
berjuang mempertahankan keyakinan indah
sampai akhirnya…bermusyahadah
akhi…
berjumpakah kau dengan bidadari
betapa iri hatiku disini
yakinku engkau berseri…
terbetik dalam hati
mungkinkah?…..
ikhwan…
engkau yang syahid
doaku bersamamu dalam sujud
Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’uun…
[ramadhan 1430 h. hari ke-28. dirumah]
Posted in Puisi | 37 Comments »